Koneksi Antar Materi


  
 
Koneksi Antar Materi dari Topik V dengan Topik I, Topik II, Topik III dan Topik IV

Berpihak kepada peserta didik adalah pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan peserta didik dimana peserta didik terdiri dari berbagai latar belakang karakteristik yang berbeda mulai dari ras suku agama adat budaya minat motivasi gaya belajar dan tingkat kecerdasannya sehingga guru memihak kepada peserta didik agar peserta didik bebas menentukan pembelajaran yang diinginkan namun tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran nasional dan capaian pembelajaran yang telah ditentukan hanya caranya saja yang berbeda atau dilakukan pembelajaran berdiferensiasi.

Pendidikan yang memerdekakan peserta didik adalah pendidikan yang memberikan kebebasan berpendapat bagi peserta didik dan guru tidak boleh menghakimi apabila terdapat kesalahan apa yang diungkapkan oleh peserta didik guru dibutuhkan sebagai penuntun jalannya pembelajaran sehingga apabila terdapat kesalahan maka dilakukan refleksi dan perbaikan serta evaluasi oleh guru agar tidak terjadi miskonsepsi sehingga dengan begitu peserta didik akan lebih mengingat apa yang ia ungkapkan dan diluruskan oleh gurunya.

Sejalan dengan topik 1 terkait perjalanan pendidikan nasional dikatakan bahwa pendidikan itu harus memerdekakan peserta didik artinya pendidikan itu merupakan upaya untuk mengembangkan budi pekerti atau kekuatan batin pikiran atau intelektual dan jasmani agar mencapai kesempurnaan hidup dan kehidupan yang lebih baik yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. pendidikan itu harus sesuai dengan kodrat individu dimana dalam kodratnya terdapat adat istiadat yang ada di dalam masing-masing rakyat yang sifatnya tentu berbeda-beda dan hal ini tidak luput dari pengaruh zaman dan alam yang terus berubah. Sehingga dapat diketahui pendidikan nasional sejak zaman dahulu dilakukan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk mengangkat derajat negeri dan rakyatnya dan mendapatkan kedudukan yang pantas bagi segenap manusia di seluruh Indonesia. Pendidikan harus dilakukan untuk memerdekakan peserta didik, guru harus mendidik secara menyeluruh dalam upaya mencapai keselamatan dan kebahagiaan dari peserta didik.

Selanjutnya sejalan dengan topik 2 tentang pemikiran KI Hajar Dewantara dikatakan bahwa pendidikan merupakan tempat persemayaman benih-benih kebudayaan di dalam masyarakat disini diciptakan manusia manusia yang beradab dalam rangka mencapai nya dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta mengutamakan persatuan. Pendidikan disini bertujuan untuk memerdekakan individu secara lahir dan batin agar tidak bergantung pada orang lain dan bersandar pada kekuatan sendiri hal ini dapat ditunjukkan dengan cara mendirikan ruang bagi peserta didik untuk bisa tumbuh dan berkembang memerdekakan memuliakan dirinya sendiri dan bisa mengatur hidupnya sendiri tanpa diperintah oleh orang lain. Menurut Ki Hajar Dewantara dijelaskan bahwa tujuan pendidikan itu untuk menuntun semua kodrat yang ada pada peserta didik Agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Disini guru sebagai penuntun untuk peserta didik Agar dapat mencapai kebahagiaan tersebut diibaratkan peran guru disini sebagai petani anak-anak didik seperti tumbuhan yang ditanam oleh petani tersebut di lahan yang disediakan peserta didik itu ibaratkan bulir jagung yang ditanam apabila ditempatkan di tanah yang subur dan mendapat matahari dan pengairan yang baik maka akan tumbuh dengan kualitas yang baik namun Sebaliknya apabila mendapatkan kurang cahaya matahari pengairan yang tidak baik, Maka hasilnya akan kurang berkualitas, mungkin tumbuh namun tidak optimal.

Sejalan dengan topik 3 Manusia Indonesia berarti identitas manusia yang menghayati nilai-nilai kemanusiaan khas Indonesia. Terdapat nilai kemanusiaan khas Indonesia, yakni nilai kebhinekatunggalikaan, nilai-nilai Pancasila dan religiusitas. Kebhinekatunggalikaan menjadi kekuatan bangsa Indonesia memaknai keberagaman sosio-kultural dan nilai-nilai luhur yang ada pada setiap daerah. Akar-akar budaya merajut keberagaman untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan khas Indonesia. Dengan menggunakan metode fenomenologi atau eksistensial manusia Indonesia dikatakan sebagai identitas manusia yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan khas Indonesia Hal ini terbentuk secara relasional dialogal dan historis terkait masa kini masa lampau dan masa depan kemanusiaan Indonesia ini mencakup nilai jiwa hasrat martabat sosial relasional Jenita dia lokalitas dan tradisi manusia dari waktu dan dari generasi ke generasi sehingga terdapat tiga hal yang menjadi nilai kemanusiaan khas Indonesia yang pertama nilai kebhinekatunggalikaan lalu nilai Pancasila dan nilai religiusitas.

Dan terakhir sejalan dengan topik 4 tentang Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa adalah sebuah keberadaan yang unik dan berbeda namun tidak harus dalam bentuk fisik. Pancasila sebagai identitas bangsa adalah Pancasila menjadi sebuah ciri yang membedakan antara Indonesia dengan bangsa lain. ciri ini dapat dilihat dari kebudayaan keberagaman ras suku adat dan lain-lainnya ada di Indonesia dengan keanekaragaman tersebut maka katakanlah Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan itu merupakan semboyan dari negara Indonesia.

Salah satu karakter dari negara Indonesia yaitu keanekaragaman. Pada keanekaragaman ini dapat dilihat dari sisi suku ras agama dan budaya. Selain itu Indonesia dikatakan juga sebagai negara yang memiliki multikultural karena keanekaragaman tersebut bahkan seringkali timbul konflik sosial diantara suku yang ada di dalam negara namun dengan keanekaragaman tersebut maka sepatutnya dijunjung persatuan sehingga sesuai dengan semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan atau Unity in diversity. Kemajemukan ini dapat ditemukan di seluruh lingkungan di Indonesia tidak terkecuali di sekolah di sekolah yang terdiri dari berbagai macam karakteristik peserta didik mulai dari etnik suku ras agama dan budaya harus bersatu untuk mendapatkan pembelajaran yang sama di sekolah diharapkan antara peserta didik ini hidup dengan harmonis saling menghormati dan saling menghargai tidak lupa dengan nilai-nilai budaya dan religiusitas yang terkandung dalam Pancasila sebagai landasan negara pendidikan keagamaan ditekankan pada peserta didik.

Keempat topik tersebut merupakan tujuan untuk meraih pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan memerdekakan peserta didik pada pendidikan abad 21 melalui profil pelajar pancasila. Profil pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profill pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler. 

 

 

Topik 5 - Koneksi Antar Materi

Munadiya Yunadia (2221803008)

PPG Prajabatan Gel.1 Tahun 2022


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Identitas Manusia Indonesia dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Desain Invensi dan Inovasi Pembelajaran