Identitas Manusia Indonesia dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Dengan menggunakan eksistensial, manusia Indonesia berarti identitas manusia yang menghayati nilai-nilai kemanusiaan khas Indonesia. Istilah kemanusiaan Indonesia dipilih mengingat tidak mudahnya mendeskripsikan apa dan siapa manusia Indonesia yang sesungguhnya. Kemanusiaan Indonesia dimaksudkan untuk menyampaikan pengertian luas dan mendalam tentang pengalaman manusia Indonesia yang terbentuk secara rasional-dialogal-historis sejak sebelum adanya Negara Republik Indonesia sampai dengan kini dan masa depan.
Berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewamantara, dalam proses pembelajaran pendidik harus mengakomodir karakteristik peserta didik yang berbeda-beda. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multi budaya, Bahasa, agama, keyakinan, etnis, suku, dan kearifan local. Pendidikan mempunyai peran penting dalam melestarikan keragaman, menjaga kesatuan, memelihara keharmonisan, dan mengembangkan kualitas ke-Indonesia-an. Pendidikan berperan penting untuk membangun paradigma berfikir, bersikap, dan berperilaku sebagai bangsa Indonesia.
Penghayatan nilai-nilai Pancasila yang ada di sekolah menguatkan identitas manusia Indonesia dilaksanakan dengan pengalaman dan penguatan profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif baik ketika berada dilingkungan sekolah maupun di dalam kelas. Profil pelajar pancasila merupakan penerapan kenumbuhan karakter yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara. Dengan menanamkan budi pekerti, karakter, dan intelektual dalam pembelajaran maka manusia indonesia dapat hidup dengan menyandang pendidikan sepanjang hayat.
Munadiya Yunadia (Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2022)
Universitas Muhammadiyah Parepare
Komentar
Posting Komentar