Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Manusia Indonesia dari Persfektif yang Beragam

Gambar
“Manusia Indonesia dari Persfektif yang Beragam” (Koneksi Antar Materi) Perjalanan pendidikan nasional Indonesia melalui proses yang panjang. Faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik mempengaruhi pendidikan di Indonesia sejak masa penjajahan hingga kini. Faktor-faktor tersebut memberikan tantangan tersendiri terlebih bagaimana proses pembelajaran dapat berjalan. Mengingat semboyan yang menjadi rangkaian asas-asas ke-Tamansiswaan-an yang dikemukakan pidato Ki Hadjar Dewantara pada penganugerahan Honoris Causa oleh Universitas Gajah Mada pada 7 November 1956 yaitu "Asas Tri-con" yang mengajarkan, bahwa di dalam pertukaran kebudayaan dengan dunia luar harus kontinuitas dengan alam kebudayaannya sendiri, lalu konvergensi dengan kebudayaan-kebudayaan lain yang ada, dan akhirnya jika sudah bersatu dalam alam universal, bersama mewujudkan persatuan dunia dan manusia yang konsentris. Konsentris berarti bertitik pusat satu dengan alam-alam kebudayaan sedunia, t...

Identitas Manusia Indonesia dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Gambar
    Dengan menggunakan eksistensial, manusia Indonesia berarti identitas manusia yang menghayati nilai-nilai kemanusiaan khas Indonesia. Istilah kemanusiaan Indonesia dipilih mengingat tidak mudahnya mendeskripsikan apa dan siapa manusia Indonesia yang sesungguhnya. Kemanusiaan Indonesia dimaksudkan untuk menyampaikan pengertian luas dan mendalam tentang pengalaman manusia Indonesia yang terbentuk secara rasional-dialogal-historis sejak sebelum adanya Negara Republik Indonesia sampai dengan kini dan masa depan.  Berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewamantara, dalam proses pembelajaran pendidik harus mengakomodir karakteristik peserta didik yang berbeda-beda. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multi budaya, Bahasa, agama, keyakinan, etnis, suku, dan kearifan local. Pendidikan mempunyai peran penting dalam melestarikan keragaman, menjaga kesatuan, memelihara keharmonisan, dan mengembangkan kualitas ke-Indonesia-an. Pendidikan berperan penting untuk membangun paradigma ber...

Pendidikan dan Nilai Sosial Budaya

Gambar
Pendidikan dan Nilai Sosial Budaya (Koneksi Antar Materi) Kesimpulan dan penjelasan mengenai pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang dipelajari dalam modul pembelajaran. Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”. Bila melihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini meneka...

Strategi dalam Mewujudkan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Strategi dalam Mewujudkan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (Pendidikan yang Berpihak pada Peserta Didik) Ki Hadjar Dewantara adalah sosok pendidik yang sangat luar biasa. Beliau memberikan semboyan "ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani" untuk pendidikan nasional yang kita pegang teguh sampai sekarang. Kebijakan pendidikan saat ini mengacu pada pendidikan yang diterapkan oleh Ki Hajar Dewantara yang kita kenal dengan merdeka belajar. Pemikiran dasar Ki Hadjar Dewantara yaitu menggali potensi yang setiap insan manusia dengan menjunjung tinggi adab sesuai dengan tantangan pada setiap zaman. Strategi dalam mewujudkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah Pendidikan yang Berpihak pada Peserta Didik. Sebagai salah satu contoh merancang pelaksanaan pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk kegiatan kelompok agar peserta didik mampu berkolaborasi dengan peserta didik yang lain untu...